Isabella menangis histeris saat melihat Max yang mendorong tubuhnya ke atas tempat tidur. Mereka masuk ke sebuah apartemen dan memaksanya untuk menuruti keinginannya. Max membuka kaosnya dan membuka lemari pakaian. Isabella tak tinggal diam. Ia berlari ke arah pintu tapi Max membiarkannya. Ternyata pintu dikunci, Max tersenyum puas. Lalu mendekat ke arahnya dan menyuruhnya tenang. “Duduklah! Aku tidak akan berbuat macam-macam, Bella. Kamu calon istriku, aku hanya ingin kamu menandatangani surat ini,” Isabella tidak mendengar ucapan Max dan terus berusaha membuka pintu kamar di apartemen ini. “Percuma kamu lakukan, Bel. Aku menguncinya rapat-rapat, aku cuma mau kita menikah itu saja,” Isabella menangis, “Tapi tidak dengan cara seperti ini, aku … apa salahku sampai kamu ingin menikahiku

