Clara menghubunginya, mengajaknya bertemu tapi Ayahnya sedang tidak baik-baik saja. Ia menyuruh Clara datang ke rumah dan dalam sekejap, sudah tiba di rumah dengan wajah yang sangat sumringah. “Akhirnya … kamu akan jadi iparku juga, Bel,” ucapnya sambil memeluk dirinya. “Tapi Cla, kenapa kamu setuju? Seharusnya kakakmu mendapatkan yang lebih baik dari aku … kamu tahu kan, aku gimana, ehm … maksudku …” “Kakakku pasti akan berubah, tolong beri dia ketegasan jika salah,” “Aku nggak ngerti,” Isabella duduk merenung, ia mengusap keningnya, berkeringat karena cuaca cukup cerah dan di luar debu berterbangan. “Kak Tony bekerja di kantor Kak Max, aku bertemu dia tadi,” ucap Clara sambil bercermin. Gadis itu memainkan helai rambutnya dan tersenyum melirik ke arahnya. “Kamu kok gitu, Bel. Cemb

