13. Sebuah Tawaran

1317 Kata

Pagi itu, cuaca di luar kali ini sangat cerah. Isabella sedang menyuapi Ayahnya makan dan melihat sang kakak akan bergerak untuk mencoba duduk. “Jangan banyak bergerak, nanti kakinya sakit,” “Aku mau duduk,” Isabella mencoba membantunya tapi tidak bisa, kakaknya kesakitan saat kakinya digerakkan. Ia meringis dan menahan sakit. “Tuh, kan apa aku bilang,” “Bel, kemarin Max kesini ngapain?” “Ya jenguk kalian, dia perhatian banget, oh ya ini kue yang dibawakan Max,” “Dia CEO ya, kakaknya Clara?” Isabella mengangguk dan menyuruh sang kakak untuk tidak berisik. Ibunya mulai sadar, tangannya bergerak. Dengan cepat ia memanggil perawat. Tak lama, perawat dan seorang dokter masuk ke ruangan. Ibunya membuka mata dan terlihat linglung. Kecelakaan itu membuat tak sadar hingga dua hari ini.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN