32. Aku Siap, Mas

1257 Kata

Isabella masih saja mengamati keadaan, baru kali ini dia melihat dan mengalami perampokan di rumahnya sendiri. Max tak kunjung pulang. Padahal jam segini dia pulang meski kadang sambil mabuk. Ia menekan tombol lagi, panggilan untuk suaminya. Namun tidak ada jawaban juga. Max mungkin sibuk di luaran sana. Karena tidak dijawab, akhirnya dia mengirim pesan. “Mas, rumah kita kena rampok, tolong aku saat ini, tolong panggilkan polisi!” Ia benar-benar cemas hingga menggigit bibirnya sampai hampir berdarah. Dilihatnya satu orang memiliki kaki yang pincang dan ada tanda di ujung jempol kakinya. Ia mengamati mereka satu persatu. Ia berharap mungkin suaminya akan pulang bersama anggota polisi dan menolongnya dengan cepat. Tapi nyatanya hingga beberapa waktu lamanya, pria itu tak muncul juga. Th

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN