DAM | Dinner Romantis

1191 Kata

Heru menghentikan laju kendaraannya di depan restoran mewah yang letaknya cukup jauh dari pusat kota. Pria paruh baya itu sengaja memilih tempat tersebut karena tidak ingin ketahuan. Dia masih waras untuk menjaga nama baik keluarganya. Walaupun kelakuannya tidak bisa ditolerir karena menjalin hubungan dengan tunangan putranya sendiri. "Untuk wanita spesial di hidup saya." Heru mengambil bucket bunga yang sebelumnya dibawa oleh seorang pelayan. Sepertinya pria paruh baya itu telah menyiapkan kejutan ini sebelumnya. Raut wajah Vania tampak begitu senang. Senyumnya mengembang, dengan mata berkaca-kaca karena perhatian yang Heru berikan."Makasih, Om Sayang." ujarnya dengan pipi bersemu. Heru mengangguk sembari tersenyum kecil. Senyumnya makin melebar kala Vania mendaratkan kecupannya pada p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN