35

1849 Kata

Semalam suntuk Alfen sama sekali tak bisa tidur. Ia terus memikirkan bagaimana nasib Dara selanjutnya. Bagaimana hancurnya kehidupan dan masa depan sahabatnya itu, orang yang begitu ia cintai. Ia tak mau diam begitu saja. Ia tak ingin membiarkan Dara menanggung semuanya sendiri. Ia ingin Dara menyandarkan diri padanya, membagi beban dalam dirinya untuknya. Bahkan jika bisa, ia ingin menanggung semua yang Dara rasakan. Jika saja ia bisa. Alfen langsung beranjak dari ranjangnya saat pagi datang. Ia menemui orangtuanya yang sedang bersiap untuk sarapan. “Sarapan dulu sini, sayang. Mamah buatin kamu nasi goreng.” Ucap Diana sambil menyendokkan nasi goreng ke piring kosong. Mata Alfen mendadak berembun. Nasi goreng buatan Diana bukan hanya makanan favoritnya, tapi makanan favorit Dara juga.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN