Setiap harinya Dara menghabiskan waktu dengan melamun. Terkadang ia akan menangis dan mengamuk. Sari dan Doni tidak bisa berbuat apa-apa selain memeluk anak mereka, berharap pelukan mereka mampu menenangkannya. Kuliah Dara pun terpaksa terbengkalai. Orangtuanya terpaksa mengajukan cuti kuliahnya selama satu semester, berharap Dara akan segera pulih dan melanjutkan kehidupannya kembali seperti biasa. Mereka juga berencana mengajak Dara ke psikiater demi kesembuhan anaknya. Bahkan mereka harus meninggalkan Surabaya dan usahanya demi menjaga Dara, mereka merasa tak berguna menjadi orangtua sehingga hal seburuk ini terjadi pada anak mereka. Akhirnya mereka memantau usaha mereka dari jauh selagi usaha mereka disana dipegang oleh orang kepercayaan. Orangtua Alfen pun ikut pindah kembali ke Jakar

