58

1057 Kata

Alfen jadi kepikiran soal omongan Gita kemarin. Soal membuka hatinya. Andai bisa semudah itu, ia pun mau membuka hatinya dari dulu. Apalagi jika mengingat soal Arsen yang akan tumbuh semakin besar. Rasanya kasihan sekali jika ia tumbuh besar tanpa sosok Ibu. Apalagi sebentar lagi dia akan masuk sekolah dan pastinya ia tidak akan bisa menangani semuanya sendirian. Alfen mengakui itu. Selain ia pun kesepian, ia juga butuh partner hidup. Tak mungkin ia menghabiskan hidupnya sendirian. Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa semakin kesepian. Sosok Dara pun mulai menghilang dari bayangannya. Bukan bermaksud melupakan. Hanya karena telah lama tak melihat wanita yang sangat ia cintai itu, perlahan bayangan soal dirinya pun memudar. Soal cinta? Cinta tidak pernah pudar. Hanya Alfen pendam dalam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN