59

1032 Kata

“Pak. Ini saya buatkan sarapan. Saya liat bapak jarang banget sarapan kalo di café.” Ucap Laras sembari meletakkan box tempat makan diatas meja Alfen. Alfen mendongakkan kepalanya menatap Laras yang tengah tersenyum padanya. Senyum yang manis yang membuatnya betah untuk terus menatap gadis itu. Sama seperti yang ia rasakan saat melihat senyum Dara dulu.” Eh iya terimakasih. Jadi merepotkan aja.” Laras menggeleng.” Gak kok. Saya malah seneng.” Alfen berdehem, membuat Laras terus menatapnya.” Kalo ada waktu mau makan malem sama saya?....” Tanyanya dengan hati-hati.” Sama Arsen juga kok.” Lanjutnya agar tak menimbulkan kesalahpahaman. “Oh iya boleh kok, Pak. Saya bisa.” Alfen tersenyum senang. Entah kenapa ia seperti merasa puber kedua. Padahal ia dan Laras baru saja kenal. Sejak gadis i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN