60

1197 Kata

Di dalam ambulan, Alfen terus berusaha memanggil Laras yang perlahan kesadarannya menghilang. Tangannya terus menggenggam tangan Laras yang terasa dingin. Ia sampai mengusap-usapnya beberapa kali dan menciuminya.” Jangan pergi. Jangan tinggalin aku.” Ucapnya yang terbayang saat mendampingi Dara dulu ke rumah sakit dengan kondisi yang lebih parah lagi. “Pak…” Suara Laras yang lemah itu membuat Alfen menoleh. “Ssssttt! Kita bentar lagi sampe. Kamu jangan banyak ngomong nanti tenaganya abis.” Laras tampak tersenyum kecil melihat pria disampingnya menatapnya dengan raut kecemasan. Membuat hatinya menghangat dan terasa memiliki harapan. “Makan ma… Lam… Ki… Ta..” “Gak usah pikirin itu dulu. Kapan pun kamu mau makan malem, aku akan turutin. Yang penting kamu bertahan.” Ucap Alfen yang sediki

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN