Seperti yang Alfen katakan. Para polisi kembali membekuk Safa dan membawa wanitra itu kembali ke rumah sakit jiwa. Bahkan wanita kejam itu dimasukkan ke ruangan khusus yang dilapisi dinding beton serta hanya ada ventilasi kecil diatasnya. Ia mirip seperti di penjara. Safa sempat memberontak dan bersumpah serapah, tak jauh beda dengan orang yang kehilangan kejiwaannya. Membuat kedua orangtuanya sempat khawatir akan mental anaknya. Tapi mereka sepenuhnya mempercayakan anaknya pada hokum yang berlaku. Mereka tidak ingin Safa terus menerus jadi wanita yang bertindak semaunya dan mencelakai orang lain hanya karena dendam. Gadis mungil dengan rambut dikuncir dua itu hanya meratapi kepergian wanita yang telah melahirkannya empat tahun yang lalu. Ia tau itu adalah Ibunya tapi ia sama sekali tak

