51

1342 Kata

“Fen.” Suara Gita dari depan pintu kamar rawat mertuanya yang terbuka. Sari masih terbaring di ranjangnya dengan lemas. Wanita itu masih tak dapat menerima kenyataan jika anak satu-satunya telah meninggalkannya lebih dulu. Bahkan dengan kondisi yang mengerikan. “Ada polisi yang nyari lo.” Ucap Gita lagi dengan suara pelan, takut mengganggu Sari yang baru saja tertidur. Alfen mengangguk, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan keluar mengikuti Gita. Diluar sana ternyata sudah ada dua polisi berseragam lengkap. “Siang, Pak.” Sapa mereka dengan sopan. “Iya, siang.” Alfen menjawab tanpa minat. Dirinya masih terlalu lemah bahkan tenaganya seakan terkuras sejak pemakaman Dara kemarin. Salah satu polisi bernama Adrian itu menunjukkan ponselnya yang memiliki rekaman cctv dan beberapa dokum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN