“Terimakasih Danuar. Kamu memang paling bisa diandalkan. Nanti bayaran kamu akan saya transfer.” Ucap Safa dengan senyum penuh kemenangannya. Tentu saja kemenangannya hari ini berkat pengacara hebat dan pintar seperti Danuar. Bahkan dia banyak memenangkan berbagai sidang sehingga kemampuannya tak dapat diragukan lagi. “Baik, Bu. Saya pamit dulu.” Ucap Danuar yang kemudian berlalu pergi menggunakan mobil BMWnya. “kamu bisa tenang sekarang?” Dion melirik gadis disampingnya yang masih senyam senyum seakan baru melakukan hal yang menyenangkan. “Tentu saja. Mereka sudah mati. Aku senang. Gak ada lagi anak kamu di dunia ini. Yang ada nanti hanya anak kamu dari aku, bukan dari wanita lain.” Ucap Safa tanpa merasa bersalah sedikit pun. “Setelah kamu membunuh dua nyawa sekaligus, kamu merasa se

