“K-Kenapa dengan wajahmu? Kau terlihat ketakutan? Sebenarnya apa arti dari suara terompet itu? Mengapa banyak orang yang berlarian menuju suatu tempat? Dan kota apa ini?” Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Arga terdengar sedikit gemetar dan kaku, karena dia merasa pertanyaan yang diucapkannya agak sedikit berat untuk dijawab oleh Jiola. Tapi itu malah membuat Arga semakin penasaran terhadap jawaban-jawabannya, pasti ada alasan yang sangat penting dari itu semua dan ia sangat ingin mengetahui segala penjelasannya dari mulut Jiola sendiri sebagai penghuni asli kota ini. Bukannya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang barusan ditanyakan oleh adiknya, Jiola malah beranjak dari posisi duduknya di ranjang yang ditempati oleh Arga lalu segera menutup jendela di dekat kasur rapat-rapat sehi

