“Aku tidak kuat berada di sini, bagaimana kalau kita pulang saja? Jika kita tetap berada di sini, kita akan diperlakukan kasar oleh orang-orang yang ada di sini.” Pinta Jiola kepada Arga dengan nada yang gemetaran saking takutnya berdiri di sekitar orang-orang yang membenci rasnya. Sungguh, Jiola benar-benar ingin pulang dan mengurung diri dibandingkan harus melihat saudara satu rasnya disiksa di depan matanya juga menyaksikannya bersama orang-orang yang begitu membenci rasnya, itu sangat menakutkan. Tubuh Jiola benar-benar bergetar ketakutan, dia tidak tahan lagi. “Tidak apa-apa, kau pulang saja duluan, aku ingin tetap berada di sini,” jawab Arga dengan santai, tanpa menyadari kalau orang-orang yang ada di sekitar dirinya sedang memandanginya dengan raut muka yang penuh kebencian karena

