Juni baru saja keluar dari kamar dengan menggunakan blouse kotak-kotak hitam dan rok tempel selutut, penampilannya terlihat kampungan. Dia merasa bingung, ketika dia tiba di meja makan, tiba-tiba mendengar keributan. Setidak nya dia cukup mendengar pertengkaran yang terjadi antara dengan seorang pria tua yang di sebutnya Ayah. Ternyata pria itu sama menderitanya dengan dirinya, nyatanya meski hidup dengan bergelimang harta, Gara memiliki masa lalu kelam yang membuatnya tak bisa melupakannya begitu saja. Juni kini memahami, kenapa sikap pria itu yang terkadang terlihat sangat sedih, gembira, dan marah dalam waktu yang hampir bersamaan. "Selamat pagi...." Ujar nya dengan suara lirih tapi cukup untuk membuat Nyonya Mirna juga Tuan Han menoleh ke arahnya. Dengan gerakan ragu-ragu dia mem

