Pergi ke psikiater

1088 Kata

Gara menjeda kalimatnya lagi dan membuat Juni makin penasaran. "Karena... aku sudah mendapatkan obat, yaitu ciuman dari mu. Ciuman dari mu bisa menjadi obat penenang dari ku." Ujar Gara akhirnya jujur. Juni terdiam mendengarnya. Butuh beberapa detik untuknya bereaksi kembali. "Tapi aku tidak merasa seperti itu. Tapi... jika aku boleh tahu, anda sebenarnya sakit apa?" Mendapati pertanyaan itu, Gara segera mengalihkan pandangannya ke luar jendela, suaranya di warnai dengan sedikit kesedihan. "Yang pasti, aku mengalami luka trauma yang mendalam." Juni meringis. Senyuman membeku di bibirnya. Kemudian dengan sangat hati-hati dia berkata. "Maaf kan aku, aku tidak tahu..." "Tidak apa-apa. Lagipula aku baru memberitahu mu kan?" Kini tatapannya beralih menatap Juni. "Lagipula trauma yang k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN