Tiba-tiba Serafina melirik USB hitam yang diletakkan Rian di sofa. Tadi Rian sempat menggunakannya sekali saat dia memeriksa pekerjaannya.Serafina memutar bola matanya, sebuah ide muncul dalam pikirannya. Dia meletakkan pisau dan garpu yang dipegangnya, mencondongkan tubuh kecilnya, dan perlahan merangkak ke sofa. Dia mengulurkan tangan kecilnya diam-diam dan berusaha meraba dan mengambil benda itu. Dapat! Saat dia hendak mundur, tangan besar yang tadi sibuk mengetik tiba-tiba mencengkram pergelangan tangannya, suara rendah terdengar dari atas kepalanya, "Kamu mau apa?" Serafina tertegun. Meski merasa sangat panik, dia dengan canggung menahan posisi tubuhnya saat meraih USB tadi. Ya Tuhan, kenapa aku begitu sial? Tangan besar Rian yang memegang pergelangan tangannya tiba-t

