Setelah itu, seorang gadis berusia sekitar 17 atau 18 tahun melangkah masuk ke dalam ruangan. Wajahnya memerah menahan marah. Dia menatap Rian dengan tatapan kesal. Meski hanya kontak mata singkat, hal itu sudah cukup untuk menjelaskan betapa dekatnya hubungan di antara mereka. Betty mendadak muram, senyumannya pun langsung luntur. Tangan yang terulur terasa kaku dan canggung. Akhirnya, Makbul yang maju dan membalas uluran tangannya, dan mempersilakannya duduk sambil tersenyum, agar dia tidak terus berdiri menahan rasa malu. Namun, tidak semua orang bisa memegang tangan Betty. Dia boleh menolak orang lain, tetapi tidak ada yang boleh menolaknya! Rian! Cepat atau lambat kamu akan menjadi milikku! Tatapan kebencian terbersit dari matanya. Betty menarik tangannya dar

