Bab 53

1373 Kata

Nama itu muncul tanpa peringatan. Bukan dari mimpi. Bukan dari kenangan mendadak. Tapi dari undangan. Undangan reuni. Nama pengirimnya membuatku berhenti bernapas sepersekian detik. Nadya. Aku menutup laptop. Membukanya lagi. Membaca ulang. Bukan karena rindu. Tapi karena satu hal yang belum pernah benar-benar selesai. Kayla tahu ada yang berbeda. Ia selalu tahu. “Kamu kelihatan seperti baru lihat hantu,” katanya santai. “Lebih ke… masa lalu,” jawabku. Aku menyerahkan laptop. Ia membaca. Wajahnya tenang. Terlalu tenang. “Oh,” katanya. Hanya itu. Dan justru itu yang membuatku gugup. Nadya bukan cinta pertamaku. Tapi ia yang paling lama. Yang mengenalku sebelum aku tahu mau jadi siapa. Yang pergi bukan karena drama, tapi karena kami tumbuh ke arah yang berbeda. Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN