SELAMAT MEMBACA *** Utari membuka pintu ruang belajar Abi dengan keras. Membuat sang empunya ruang merasa terkejut. Tanpa mengatakan apapun, dia menatap suaminya yang tengah asik membaca di balik meja itu dengan tajam. Abi yang lagi-lagi merasa terganggu, menatap istrinya dengan jengkel. Tadi putrinya yang mengganggu, sekarang istrinya. Apa tidak bisa dia membaca dan merenung dengan tenang. Kenapa sepasang ibu dan anak itu selalu berhasil mengacaukan waktu tenangnya. "Kenapa?" tanya Abi dengan santai. Sedangkan wajah Utari sudah pada ekspresi ingin mengamuk pada Abi. Utari yang mendengar pertanyaan Abi yang terlalu santai itu, langsung berjalan menghampiri suami tuanya itu. "Om jujur, Om apakan anak Tari. Itu di kamar lagi nangis." Utari menatap suaminya dengan kesal. "Anak kamu?

