BAB 18: KUALAT

1472 Kata

SELAMAT MEMBACA *** Sejak tadi Abi menatap putrinya yang tengah duduk di hadapannya. Rinjani yang memakan sarapan paginya dengan malas-malasan. Bahkan biasanya suaranya lah yang mendominasi, meja makan. Tapi pagi ini, suara gadis itu seolah-olah hilang. Utari menatap suaminya, melalui tatapan mata mereka seolah mengatakan apa yang terjadi. Meski, sepertinya mereka sudah tau apa yang membuat sikap putrinya berubah pagi itu. Suara kaki kursi yang bergesekan dengan lantai terdengar saat Rinjani berdiri dari duduknya. "Jani mau kemana?" tanya Utari saat melihat Rinjani sudah bangun dari duduknya. Padahal sarapan di piring, bahkan belum berkurang setengah. "Mau berangkat kerumah sakit Bun," jawab Rinjani pelan. "Sarapannya tidak di habiskan?" ucap Utari lagi. "Sudah kenyang." Jawab Ri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN