Janjian dengan Rita

1496 Kata
Aelina memasuki cafe tempatnya dan bu Rita akan janjian hari ini mengenai buku novel karangan selanjutnya . Hari ini adalah dia ada janji dengan bu Rita . Dengan menggunakan sweater hoodie dia menutup rambutnya dengan topi dari jaketnya . Setelah masuk dia celingukan mencari bu Rita . Dan setelah melihatnya Aelina langsung menghampiri meja Rita . Rita adalah seorang wanita matang yang menjadi editor untuk novelnya Aelina . Bagi Aelina, Rita adalah sosok ibu kedua setelah ibu kandungnya meninggal dalam sebuah kecelakaan . Disaat Aelina terpuruk dan tidak ada tempat bernaung, Rita yang kebetulan bertemu dengan Aelina disebuah cafe langsung ingin untuk menolong Aelina saat itu . Awalnya Aelina menolak karena merasa mereka tidak saling mengenal satu sama lain . Dengan kesepakatan bahwa Aelina harus menolong Rita jika suatu hari Rita membutuhkan bantuan . Aelina menyetujui permintaan tersebut . Awal mengapa Aelina menjadi seorang penulis karena Rita sempat membaca sebuah buku yang ternyata isinya adalah tulisan karangan milik Aelina . Rita yang saat itu ingin mencari penulis yang berbeda membuatnya meminta Aelina untuk mau jadi penulis . Awalnya Aelina menolak karena tidak percaya diri membuat Rita mengeluarkan jurus dengan mengingatkan kesepakatan mereka . Aelina saat itu tidak begitu percaya diri, berkat dorongan semangat dari Rita akhirnya Aelina bisa menjadi salah satu penulis terbaik . Rita lah yang meminta Aelina memanggilnya mama . Dia ingin menganggap Aelina sebagai anaknya sendiri . "Maaf ma, aku terlambat" sapa Aelina "Ohh, iya gapapa kok . Sini kamu duduk Lin" sahut Rita "Ini untuk novel saya selanjutnya sudah di acc ma ?" tanya Aelina "Iya dan dua minggu lagi udah mulai ya Lin" jawab Rita "Uhm..aku boleh nanya ga ma ?" ada sesuatu yang mengganjal di kepala Aelina sejak tadi dan ingin segera menanyakan ke Rita . "Boleh, mau nanya apa ?" jawab Rita "Uhm... biasanya kalau seperti ini doang mama telepon atau chat aku doang . Kok ini sampai harus ketemu ada apa ?" tanya Aelina dengan ragu-ragu "Kamu ga mau ketemu mama yaa ? Padahal mama kangen loh, masa kamu gitu" jawab Rita dengan mimik wajah sedih Aelina gelagapan dengan tanggapan Rita . Wajahnya mulai kebingungan dan merasa tidak enak . Tak lama kemudian Rita mulai menunjukkan tanda-tanda ingin tertawa . Melihatnya seperti itu Aelina menatap wajah Rita bingung . "Hahahah bercanda sayang, wajahmu lucu tadi . Astaga gemas aku rasanya aku jadi ga mau ninggalin kamu ke luar negeri" Mendengar kalimat itu Aelina menatap Rita bingung dan terkejut "Keluar negeri ?" tanya Aelina "Iya, mama mau ajakin kamu kesini karena mau ngenalin kamu ke 2 orang" jawab Rita sembari meminum jus miliknya . Aelina lalu mulai panik , wajahnya memucat dan mulai merasa tidak nyaman . Berkenalan dengan orang baru adalah hal yang tabu baginya . Ingin rasanya dia pergi tetapi dia juga tidak ingin meninggalkan Rita begitu saja . Karena akan menyinggung perasaan Rita . Baginya Rita sudah seperti ayah dan ibunya . Dia tidak ingin berbuat kurang baik seperti itu . Rita yang mengetahui sisi Aelina yang seperti ini menggenggam tangan Aelina . Aelina pun menatap Rita dengan ekspresi yang kentara sekali . "Maafin mama Lin kalau ini terlalu mendadak . Cuma ini mama rasa sudah waktunya kamu berkembang lebih baik. Mama ingin kamu bisa menghadapi dunia dengan lebih baik meskipun tidak ada mama ataupun Erika dan Lola disamping kamu" ujar Rita dengan wajah penuh kasih . "Mama mau ngenalin aku ke siapa ?" tanya Aelina dengan suara sangat pelan "Nanti juga mereka tiba . Seharusnya sih sebentar lagi , kamu sabar ya mungkin 5 menitan lagi" jawab Rita sembari melirik jam tangannya Tidak lama kemudian muncul lelaki matang dengan wajah yang masih rupawan menghampiri meja mereka berdua . Penampilannya dari ujung kepala hingga ujung kaki nampak sempurna . Menggunakan kaos kerah berwarna hitam dan celana jeans serta sepatu sporty . Masih terlihat cocok dengan wajahnya yang rupawan . Hidungnya mancung , bentuk matanya yang tajam serta rambut yang ditata asal . Membuat semua orang tidak akan menyangka dengan usianya yang sudah matang. "Maaf sayang aku terlambat" suara laki-laki itu terdengar . Mendengar suara seseorang Rita menengadah dan tersenyum . "Iya, gapapa kok sini duduk" Rita menepuk kursi disebelahnya . Lelaki tersebut duduk dan menatap wajah Aelina dengan seksama . Ditatap seperti itu membuat Aelina menundukkan kepalanya, air matanya sudah akan keluar . Rita yang menyadari hal itu langsung memukul lengan lelaki disebelahnya dengan sangat keras . "Astaga yang, sakit ini ! Itu tangan pedes amat kalau mukul" ringis lelaki tersebut sembari mengusap lengannya . "Biarin ! kamu ini ya , seneng banget bikin orang grogi . Anakku itu sampai nunduk gegara kamu ." Rita melirik ke lelaki tersebut dengan galak . "Maafin Edrick ya Lin, dia emang gitu orangnya . Seneng ngehapalin muka orang, makanya dia liatin kamu kaya gitu" ujar Rita menatap Aelina . Setelah dipastikan hatinya mulai tenang dia melihat kedepan . "Iya gapapa ma" jawab Aelina "Nah, kenalin ini Edrick , dia tunangan mama . Edrick , ini anak angkat sekaligus anak didik aku Aelina" Rita memperkenalkan mereka berdua . "Edrick" sembari mengulurkan tangannya "Aelina" membalas uluran tangan Edrick "Jadi ini yang namanya Aelina ?" tanya Edrick pada Rita . "Iya, manis kan ?" jawab Rita dengan senyum yang manis "Iya, manis loh. Sayang aku udah matang , klo lebih muda ku gaet dia" jawaban Edrick membuat wajah Aelina merona malu . "Klo kamu lebih muda dan mau gaet dia . Aku pastikan ga akan semudah itu nyerahin Aelina segampang itu . Nyerahin ke mantan playboy cap kaki 5 kaya kamu . Karena aku ga mau anak yang aku temukan ini jadi milikmu" sahut Rita Melihat interaksi antara dua manusia dihadapannya ini membuat Aelina sedikit tersenyum . Dia tidak pernah melihat sisi Rita yang galak dan sedikit kekanakan didepannya . Sosok Rita dengan aura keibuan yang selama ini dilihat . Rita kemudian memanggil pelayan restoran . Perutnya merasa kelaparan karena lupa sarapan tadi pagi . Pelayan tersebut membawa 2 buku menu dan bersiap untuk memesan makanan . "Saya pesen fettucini , kentang goreng , lava cake stik ayam satu ya . Minumnya es jeruk sama mineral dingin" Rita memesan menunya ke pelayan tersebut . Edrick melotot dengan pesanan Rita . "Itu makanan buat kamu semua yang ?" tanya Edrick penasaran . "Iya, aku ga sarapan tadi pagi dan sekarang juga udah lewat makan siang jadi aku agak kelaparan sekarang. Oh iya kamu yang traktir aku dan Aelina ya . Ini hukuman karena udah bikin Lina nangis tadi" "Mama, aku bayar sendiri aja gapapa" potong Aelina . Dia merasa tidak enak dengan Edrick karena baru pertama bertemu malah ditraktir "Gapapa, dompet Edrick tebel kok . Kalau dia mau beli cafe ini juga bisa . Sekarang kamu mau pesen apa . " sahut Rita santai . Aelina melirik kearah Edrick . Merasa mengerti dengan keresahan Aelina , Edrick mengangguk . "Gapapa, pesen aja Lin . Jangan sungkan sama saya" ujar Edrick . Mendengar jawaban Edrick Aelina menatap kearah Rita . "Aku terserah mama aja mau pesen apa" ujar Aelina "Kamu suka seafood ? Mau nasi goreng seafood ? Disini nasi gorengnya enak . Terus udangnya juga besar-besar . Kamu mau ?" tanya Rita "Iya aku mau, minumnya es teh manis aja boleh ma ?" jawab Aelina "Oke gapapa , terus dessert kamu mau apa ?" tanya Rita lagi "Ga usah ma , ini aja udah cukup" Aelina merasa tidak enak . "Ga , kamu mama liat tambah kurus jadi harus perbaikan gizi . Red Velvet cake mau ? Atau choco lava ? Atau dua-duanya ?" cecar Rita "Sayang jangan samain Aelina sama kamu deh yang punya perut karet gitu" Edrick menahan tertawa melihat tingkah laku dua wanita dihadapannya ini . Yang satu tukang maksa , yang satu tampak segan dan tidak enak . Dibilang perut karet Rita langsung mencubit paha Edrick . "Aduh ! Sayang sakit ! Seneng banget nyiksa aku ih" protes Edrick "Sekali lagi bilang aku perut karet . Mulutmu kucubit pake tang" jawab Rita "Jangan cubit pake tang , pake bibir aja" Rita memutar matanya dengan malas . Walaupun dalam hatinya agak berbunga dan malu tapi disini ada Aelina. Dia harus menjadi contoh yang baik untuk Aelina . Rita memilih untuk mengacuhkan Edrick dan menengok ke Aelina "Jadi kamu mau apa ? Gapapa kamu pesen aja" ujar Rita "Choco lava cake ma" Aelina akhirnya mau memesan karena dia tahu pasti Rita akan terus memaksa . "Saya pesen kopi, air mineral sama wagyu stik aja . Air mineralnya ga usah yang dingin" kata Edrick ke pelayan tersebut . Setelah mengecek ulang semua pesanan pelayan tersebut pergi . Sembari menunggu makanan tiba mereka mulai mengobrol . Karakter Edrick yang hangat dan dewasa serta ceria membuat Aelina sedikit demi sedikit mulai terbiasa . Edrick ternyata cukup menyenangkan bagi Aelina . Dari obrolan itu Aelina mengetahui kalau Edrick adalah seorang CEO dari perusahaan ternama . Makanan pun tiba dan mereka mulai asik menyantap makanannya masing-masing . Ditengah makan mereka sebuah suara tiba-tiba menginterupsi mereka. "Maaf aku terlambat" suara laki-laki terdengar dari samping kursi mereka .
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN