*** Aku melepaskan kamu untuk apapun Seperti yang selalu kamu lakukan untukku Aku juga ingin melakukannya Aku juga ingin melihat kamu hidup Aku juga ingin melihat jantung kamu berdetak lebih lama *** Abiyana menatap Arzan penuh keraguan ketika mereka berdua sampai di rumah sakit tempat Prasetyo di rawat. Gadis itu bahkan menghentikan langkahnya dan menggenggam ujung kemeja Arzan dengan sangat erat. "Kenapa?" tanya Arzan. Abiyana menggeleng kuat, tidak ada keberanian seperi biasa yang selalu di tunjukkan oleh gadis itu ketika memaksakan kehendaknya pada orang lain. Arzan tersenyum pada Abiyana, "pada kenyataannya untuk mengakui kesalahan itu lebih sulit dari apapun Bi tapi mengakui kesalahan tidak membuat kita terlihat semakin jelekk, kita justru sedang berusaha memperbaiki diri da

