*** Aku selalu berharap tentang pernikahan selama ini, tapi kenapa tawaran pernikahan kamu tidak membuat aku senang? *** Prasetyo membuka pintu rumahnya ketika bunyi bel tidak berhenti berbunyi. Ini masih terlalu pagi bahkan Prasetyo belum selesai bersiap untuk pergi ke kantor. "Pagi, Mas." Abiyana tersenyum dengan cukup lebarnya, tanpa perlu di persilahkan gadis itu langsung masuk ke dalam rumah tanpa perlu izin dari Prasetyo. "Kenapa kamu kesini sepagi ini?" tanya Prasetyo. Abiyana tersenyum simpul pada Prasetyo. Gadis itu menata sarapan di atas meja. "Apa sekarang perlu izin untuk mengunjungi kakak laki-laki, Mas?" tanya Abiyana. Gadis itu melangkah mendekat pada Prasetyo. Berdiri di hadapan pria itu. "Sekarang selesaikan berpakaian, kita akan pergi ke kantor bersama," ucap Abi

