49 Minggat dari Rumah

1088 Kata

Cendric melewati kamar Sabrina yang sudah ditinggalkan selama berhari-hari lamanya, sampai kini dia belum mengetahui di mana istrinya itu berada. Bukan masalah dia terlalu tidak peduli, tapi masalahnya Sabrina sendiri yang tidak mau menjawab panggilan darinya. "Kak, gimana? Udah kirim kabar ke mertua Kakak belum?" tanya Oza setiap kali dia datang ke kantor Cendric. "Kamu sadar nggak sih kalau itu sama saja artinya dengan kamu suruh aku bunuh diri?" ketus Cendric tanpa menoleh. "Lho, maksud aku kan ...." "Siapa yang tahu kalau ternyata Sabrina nggak pulang ke rumah orangtuanya?" kata Cendric datar. "Kalau memang mertua aku belum tahu, ya biar sajalah. Yang penting aku masih berusaha kontak kakak ipar kamu." Oza mengembuskan napas berat, membuat Cendric memandang heran ke arahnya. "Ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN