50 Bocah Kemarin Sore

1081 Kata

"Aku ini suaminya Sabrina, sudah kewajiban aku untuk tetap mencari dia." Cendric menegaskan. "Aku nggak mau bikin mertua aku panik, makanya untuk sementara aku belum kasih kabar ke mereka. Paham kamu?" Vedra terpaku ketika mendengar penjelasan yang dilontarkan Cendric kepadanya. "Tapi sampai kapan, Kak?" tanya Vedra kemudian. "Masalahnya Kak Brina sedang sakit ...." "Betul itu, kenapa Kakak nggak coba buat suruh orang biar bantu mencari Kak Sabrina?" sahut Oza yang sedari tadi diam saja. "Itu kan memang kewajiban Kakak sebagai suaminya Kak Sabrina ...." "Diam, nggak usah ikut campur." Cendric memotong ucapan Oza seraya mendelik ke arahnya. "Kak, aku serius." Vedra menatap Cendric dengan wajah memelas. "Seharusnya kalau satu kali dua puluh empat jam Kak Brina nggak pulang juga ke rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN