Cendric melayangkan tatapannya ke arah Sabrina dengan ekspresi yang siap menghabisi apa pun yang dia kehendaki. "Apa? Kamu hamil?" tanya Cendric tidak percaya. "Terus ... apa hubungannya sama aku?" Sabrina mengeluarkan suara tawa yang terdengar sinis di telinga Cendric. "Apa hubungannya sama kamu?" ulang Sabrina sambil menarik napas. "Ya kamu kan ayahnya, gimana sih? Katanya pintar tapi masalah begini saja harus dikasih pengertian." Cendric terpaku, dia tidak percaya kalau Sabrina tengah mengandung anaknya. "Aku ke kamar dulu, aku harus banyak-banyak istirahat sebelum kasih tahu mertua soal kehamilan aku. Mereka pasti senang karena sebentar lagi akan menimang cucu, iya kan?" tanya Sabrina sambil memandang Cendric, sebelum akhirnya dia berjalan pergi melewati sang suami dengan wajah m

