Sabrina merapikan rambutnya yang kusut dengan tidak percaya terhadap apa yang batu terjadi antara dirinya dan Vando. "Kenapa, Brin?" tanya Vando dengan wajah yang bersimbah oleh peluh. Sabrina berusaha menghindar ketika tangan Vando terulur dan berusaha membelai kepalanya. "Kita ... kita seharusnya nggak melakukan ini, Van ..." ratap Sabrina sembari menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. "Memangnya kamu siap bertanggung jawab kalau aku ... hamil?" Vando mengusap keningnya dengan punggung tangan sebelum menjawab pertanyaan Sabrina. "Apa sih yang kamu bicarakan?" tanya Vando dengan ekspresi tenang. "Bukannya kita melakukannya atas dasar suka sama suka? Tentu aja aku akan bertanggung jawab kalau sampai terjadi sesuatu sama kamu, Brin." Sabrina memejamkan matanya seakan terimpit dalam dua p

