Oza melirik Cendric yang tidak menyambut kedatangannya ketika dia mampir ke kantor, hawa-hawa tidak enak nyaris bisa dia rasakan ketika dirinya duduk di depan meja kerja sang kakak. "Apa aku ... masih dibutuhkan?" tanya Oza ragu-ragu ketika Cendric tidak menunjukkan tanda-tanda bahwa dia menyadari kehadirannya. Baru saat itulah Cendric mendongak dari laptopnya dan memandang tajam ke arah Oza yang memasang wajah tanpa dosa. "Ya, kamu harus bikin Vedra dan Sabrina menyesal karena sudah berurusan dengan keluarga Danadyaksa." Cendric menegaskan, membuat Oza mau tak mau menelan ludah mendengarnya. "Kenapa lagi sih, apa ada sesuatu yang sudah aku lewatkan karena kesibukan kuliahku akhir-akhir ini?" tanya Oza hati-hati dan penuh waspada. Cendric menyipitkan matanya yang sudah tajam dari seja

