Cendric termenung cukup lama setelah menerima telepon dari ibunya. Dia kurang setuju untuk memiliki anak dari Sabrina, karena dia sama sekali tidak mencintai perempuan itu. Namun, untuk langsung menolak permintaan ibunya, Cendric membutuhkan alasan yang lebih logis lagi. Sedangkan sampai saat ini dia tidak mengerti apa yang membuat kedua orangtuanya memilih Sabrina menjadi menantu idaman mereka. Bulan demi bulan berlalu dan Sabrina mulai dilanda kebosanan karena demi suksesnya modal terkumpul di kantongnya, dia harus menahan diri untuk tidak keseringan keluar rumah. Vanda mengusulkan kepada Sabrina untuk bisa mengumpulkan sebanyak-banyaknya demi masa depan mereka kelak. "Terus kamu ngapain saja?" tanya Sabrina heran melalui sambungan telepon. "Kamu masih kerja nggak sih sebenarnya, Van?

