Saking seriusnya, Oza sampai tidak melihat kedatangan Cendric yang baru saja pulang dari kantor. Manis juga Vedra, batin Oza dalam hatinya sambil tersenyum samar sendiri. "Lihat apa?" tanya Cendric datar, tapi suaranya yang terdengar tiba-tiba membuat Oza cukup terkejut dan segera menyingkirkan kameranya. "Bukan apa-apa!" sahut Oza cepat-cepat. "Kakak ngapain ke sini, kok nggak langsung pulang ke rumah?" Cendric duduk di samping Oza meskipun dalam jarak yang cukup jauh. "Memangnya kenapa, ini kan rumah ayah sama ibu." Cendric menyahut sambil menoleh dengan wajah datar. "Aku malas pulang ke rumahku sendiri, apalagi kakak ipar kamu suka keluyuran ke kosan Vedra terus." Oza menoleh ke arah Cendric dengan ragu. "Masa, kata siapa?" tanya Oza ragu-ragu. "Orang Vedra sibuk kuliah ...." Ce

