"Aku pikir Kak Sabrina udah telepon kamu duluan," ujar Oza beralasan untuk menutupi rasa malunya. "Enggak," geleng Vedra dengan wajah heran. "Aku tanya Kak Vedra suku, ya?" Oza mengangguk, dalam hari dia menghujat Cendric yang telah menipunya mentah-mentah. "Halo?" "Kak, apa benar aku disuruh menginap lagi di rumah Kak Cendric?" tanya Vedra begitu hubungan tersambung dan suara Sabrina menyapa telinganya. "Oh iya, aku lupa bilang sama kamu!" sahut Sabrina ringan. "Aku sih udah tanya sama Cendric, dan dia setuju. Malah dia bilang mau jemput kamu sekalian sama Oza ...." Vedra melirik Oza yang balas memandangnya dengan penuh rasa ingin tahu. "Maaf ya, aku sempat ragu tadi?" ucap Vedra sembari meringis dengan tidak enak. "Bukan aku nggak percaya sama kamu, tapi biasanya Kak Brina kasih t

