Cendric pergi ke kamarnya sendiri saat rasa kantuk sudah tidak tertahankan lagi. Dia membersihkan diri dan mengganti pakaian dengan piyama tidurnya, kemudian merebahkan tubuh yang penat itu tanpa memikirkan soal apa pun. Detik demi detik berlalu sebagaimana mestinya dan Cendric tertidur pulas dalam peraduannya. Namun, tidak berapa lama kemudian pria perfeksionis itu terbangun dan turun ke dapur untuk mengambil minum. Seusai menenggak segelas air putih, Cendric tiba-tiba teringat dengan keberadaan Oza di rumahnya dan ingin tahu apakah dia sudah pulang atau belum. Ketika Cendric tiba di ruang tamu, dilihatnya bahwa Oza sudah terbaring lelap di atas salah satu sofa. "Za, kamu kok nggak pulang-pulang sih?" tanya Cendric yang rasa kantuknya mulai berkurang. "Sudah malam begini, kamu kenapa

