Yuriel memeluk Rafael yang berada di dalam satu selimut dengannya. Mereka berdua tidak sengaja bertemu tadi. Yuriel sedang dalam perjalanan mengikuti Alex. Rafael sendiri baru saja selesai menyelesaikan urusannya terkait masalah saham itu. “Rafael.. Sepertinya kamu akhir-akhir ini sangat sibuk.” Kata Yuriel. “Iya.” “Aku merindukanmu loh.” Godanya yang membelai d**a Rafael. Rafael menyingkirkannya. Yuriel mencebikkan bibirnya. Ia lalu naik ke atas badan Rafael. “Apa yang paling kau inginkan?? Aku bisa mengabulkannya untukmu.” Bisiknya. “Apa yang paling ku inginkan?? Kau tidak akan bisa mengabulkannya.” “Kau belum mengatakannya.” “Bahkan bos tidak bisa mengabulkan keinginanku.” “Memangnya apa itu? Menghidupkan orang mati?” “Aku... Ingin melihat bos bersedih, ingin melihatnya mar

