BAB 32

1566 Kata

Libra menemui Medeia di rumah milik kakaknya Darrell. Beruntungnya Darrell sedang tidak dirumah. Hanya ada Isabella dan Demira. Tentu saja untuk menyogok mulut keponakannya itu Libra menawarkan buku cerita pangeran Arthur. Isabella pun mau mengerti. “Jadi, apa yang ingin kau katakan?” Tanya Libra. “Kenapa anda menginginkan saham keluarga Marvius?” Tanya Medeia. “Hanya itu?” Medeia menganguk. “Tidak ada yang lain?” “Anda memangnya ingin saya berkata apa?” Tanya Medeia yang ikut bingung. Libra menghela nafas. “Tidak ada. Jika hanya itu aku akan pergi!” Kata Libra. Medeia bangkit lalu mengenggam tangan Libra. Ia tak mau tuan mudanya pergi begitu saja. Banyak yang belum tuan mudanya jelaskan padanya. “Saya fikir tidak ada rahasia diantara kita.” Katanya pelan. L

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN