Sejak insiden penculikan itu Cedrick sangat ingin bertemu dengan Arthur. Ia ingin berterimakasih. Tapi ia tak bisa bertemu dengannya. Awalnya Cedrick kira jika Arthur adalah perempuan. Tapi ternyata tidak. Arthur adalah anak laki-laki sepertinya. Anak itu sangat keren dimata Cedrick. Beberapa minggu setelah insiden itu, terjadi penculikan lagi. Cedrick benar-benar dibuat ketakutan sampai akhirnya Arthur datang. Cedrick tersenyum lega melihatnya. Terlebih ketika Arthur ikut mengantarkannya pulang. “Arthur... Aku ingin berteman denganmu!” “Aku tidak!” Tegas Arthur. “Jahat!” “Kalau aku jahat aku sudah membunuhmu!!” Tegasnya. Cedrick memajukan bibirnya kesal. Ia lalu mengikuti Arthur yang berjalan lebih dulu. “Arthur.. Ajari aku berkelahi sepertimu!” “Mimpi sana!” Ketusnya. “Kau

