34

1877 Kata

Zia keluar dari rumahnya tanpa menggunakan mobil atau yang lainnya. Ia berjalan tanpa mempedulikan keberadaan Dinda yang sedang mengikutinya dari belakang. Zia terus berjalan sampai ia tidak tahu jika dirinya telah memasuki daerah yang sering ia masuki dulu. Bisa dibilang daerah musuh ayahnya yang membuatnya terluka beberapa bulan lalu. Dinda yang mengikuti dari belakang itupun mulai panik saat Zia memasuki kawasan itu.   "NONA JANGAN KESANA" teriak Dinda karena jaraknya dengan Zia cukup jauh. Zia tidak mendengarkan teriakan Dinda sampai,     "wah dia datang lagi" suara seseorang yang mampu menghentikan langkah Zia dua meter dari lima orang yang dulu menghadangnya dan ingin menculiknya.   “bos akan senang jika kita membawanya kali ini” kata orang berhoodie sambil tersenyum. Zia yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN