Angga saat ini berada dimarkasnya bersama beberapa anak buahnya. Bukan tanpa alasan ia berada dimarkas malam ini. Itu karena ia mendapat kabar jika ada sebuah pengganggu di pelabuhan dimana ia biasanya menyelundupkan barang ilegal miliknya. Dua orang pengganggu yang tangannya diikat dan berlutut didepan Angga itupun tak berani menatap Angga yang malam ini tampak garang. “kalian tahu…” jedanya “..beberapa hari ini mood ku benar-benar tidak bagus dan aku sangat ingin menghabisi seseorang saat ini dan…” dia kembali menjeda ucapannya dan berjalan mendekati kedua orang yang berlutut itu “….dan kalian datang tanpa diminta, itu membuatku sangan senang” tawa Angga menggelegar dimarkasnya. Kedua lelaki itu merasa semakin takut dengan Angga saat ini. “kalian benar-benar bodoh” Bugh. Angga

