CHAPTER LIMA PULUH SEMBILAN

1966 Kata

Ciara sudah sampai di rumah sakit pagi itu meski ia mendapat jadwal siang. Ia langsung berbegas menuju kamar perawatan Bara. Di sana, ia menemukan Bara sedang duduk di atas ranjang dengan ponsel di tangannya.            “Pagi…” sapanya. Ia tersenyum pada Bara yang langsung menatapnya.            Lihat… Gadis itu tersenyum padanya. Bagaimana mungkin ia bisa pergi dan meninggalkan senyum dan keceriaan itu? atau, bagaimana bisa ia melihat senyum dan keceriaan itu bersama dengan nyeri yang menghantam dadanya.            “Pagi…” Bara membalas. Ia mencoba tersenyum kaku.            “Mahesa mana?” Ciara bertanya saat ia berdiri di samping ranjang. Ia melihat laki-laki itu melirik ke arah kamar mandi. “gimana keadaan lo hari ini?” tanya gadis itu. Ia mengambil kursi dan duduk di samping ra

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN