CHAPTER LIMA PULUH DELAPAN

1591 Kata

Mahesa menatap Ciara yang masih duduk di samping ranjang. Gadis itu sedang menyuapi Bara yang semenjak sakit menjadi sangat-sangat manja. Laki-laki itu selalu mencari Ciara. Selalu bertanya kapan Ciara selesai tugas. Dan sangat menantikan gadis itu untuk datang ke ruang perawatan.            Dewi, ibu Ciara tadi datang menjenguk dan sudah pergi satu jam yang lalu. Mahesa memutuskan untuk menghandle semua pekerjaannya dari sana sambil menjaga adiknya. Tak banyak yang mereka lakukan. Bara banyak tertidur karena laki-laki itu bilang bahwa sudah dua hari tidak tidur dengan cukup. Mahesa beberapa kali membuka obrolan dengan Bara mengenai sosok perempuan yang membuatnya seperti ini. Sama seperti Ciara, ia tidak mendapatkan informasi apapun. Laki-laki itu sama sekali tak ingin membahas itu dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN