Ciara tahu ia seharusnya sedih. Dia baru saja diputuskan oleh pacar pertamanya. Ia seharusnya sedih dan ia tidak tahu kenapa ia merasa baik-baik saja. Entah apa memang karena ia lebih mencintai dirinya sendiri, atau karena memang ia tidak pernah mencintai laki-laki itu. Ia tahu ia jahat. Ia sadar bahwa selama hubungannya dengan Nugi, laki-laki itu selalu melakukan semua yang terbaik untuknya. Sedangkan ia? Ia hanya selalu sibuk dengan koasnya. Ia nyaris tidak pernah punya waktu untuk laki-laki itu saking lelahnya. Keduanya jarang melakukan kegiatan yang banyak dilakukan oleh pasangan-pasangan lain. Mereka jarang pergi nonton, atau sekadar makan bersama. Ya, Ciara sadar bahwa ia sudah sangat menyakiti perasaan laki-laki itu. Namun, mempertahankan hubungan it

