Bara keluar dari ruangan ayahnya sambil tersenyum. Ia berjalan cepat menyusuri lorong dan mendekati lift. Langkah kakinya semakin cepat saat ia turun ke poli penyakit dalam. Matanya memindai sekeliling, mencoba mencari keberadaan Ciara. “Sus, Ciara udah selesai belum?” tanyanya saat ia melihat seorang suster keluar dari ruangan praktek dokter penyakit dalam. “Dia udah selesai lima menit yang lalu.” Kata wanita berseragam itu pada Bara yang langsung mengangguk. Laki-laki itu mengucapkan terima kasih. Ia berjalan lebih cepat dan menyusuri lobi rumah sakit. Berharap gadis itu belum pergi terlalu jauh. Sambil berjalan cepat, ia mencoba menghubungi nomor Ciara namun tak terjawab. Ia berhenti saat melewati pintu transparan rumah sakit. Ia berhenti lalu bert

