Chaeri, Alliana, dan Ken kini berada di dalam hutan. Mereka terdampar di tempat yang benar-benar asing. Beruntung saja mereka tak mati saat menyelamatkan diri tadi, dan beruntung pula karena Alliana masih sempat membawa barang-barang yang dirinya dan Chaeri siapkan. Mereka merasa lega dan duduk di bawah salah satu pohon. Menarik napas, dan mengucap syukur karena masih bisa hidup. “Tadi itu nyaris saja,” ujar Ken. Pria itu mengembuskan napas dengan kasar, beruntung saja angin begitu kuat dan mereka bisa cepat terhindar dari ledakan itu. Jika tidak mungkin mereka hanya akan tinggal kenangan bagi orang-orang tercinta. Alliana merasa baru saja kembali dari neraka, ia memang sudah sering melakukan misi bersama Chaeri. Tetapi, untuk misi yang seperti saat ini ia baru pertama kali terlibat. “

