Satu tahun berjalan dengan cepat, Alliana juga sudah menjalani latihan yang keras. Ia tak lagi pernah membantah ucapan Chaeri, secara sukarela ia mengikuti ke mana pun Chaeri pergi. Tak ada kata lelah dari Alliana, sekarang ia sudah perlahan bangkit dari keterpurukannya dan benar-benar menjadi orang yang bisa diandalkan. Wanita muda itu juga sudah satu tahun tak bertemu dengan suaminya. Tidak ada rasa rindu di hatinya, yang ia rasakan juga sudah biasa saja. “Alliana, apa kau siap dengan misi setelah ini?” tanya Chaeri yang baru saja keluar dari kamar. Mereka sedang berada di Malaysia, dan ini juga karena misi yang harus Chaeri jalankan bersama Alliana. Alliana segera menatap. “Kakak, aku sudah siap. Kapan kita akan berangkat?” Chaeri menatap jam pada dinding, ia kemudian menatap Alli

