"Udah tau gak kuat makan pedes. Sok-sok'an makan satu mangkok, percobaan bunuh diri?!" Raffa dengan wajah pucatnya, terbaring di rumah sakit dengan mata yang menatap malas ke arah Riffa. Setelah Raffa pingsan tadi, Lily langsung menghubungi Dena. Untungnya wanita itu gerak cepat datang ke tukang mie ayam dan langsung membawa Raffa pulang ke rumah. "Besok-Besok lo coba deh ngemil sambel yang isinya cabe doang gak pake garem, gula—" "Diem lo!" Raffa berdesis pelan. Cowok itu mengusap perutnya sendiri, "Ma, kayaknya Raffa mau lahiran deh," ujarnya. "Raffa?! Lo hamil? Kenapa lo gak bilang—" "Ini kan anak kita, Ly," kata Raffa seraya mengusap perutnya sendiri. Dena menggeleng pelan, wanita itu duduk di sebelah Raffa. "Lagian kamu ngapain sih makan pedes?" tanya Dena. "Gak tau, Raffa dih

