Raffa

1050 Kata

Mamanya Bima sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Raffa ketiduran di sampingnya dengan posisi duduk di kursi. Ini sudah sangat larut, tapi Raffa belum berniat untuk pulang ke rumahnya. Bima juga belum kembali, pria itu sepertinya masih mencari keberadaan adiknya—Bimo. "Cil, tidur." Bima sampai. Cowok itu menatap iba ke arah Raffa yang tertidur dengan posisi yang kurang nyaman. Pria itu beralih menatap ke arah Mamanya yang belum juga sadar. "Cil, bangun." Bima menepuk lengan Raffa pelan. Cowok itu mengerjapkan matanya beberapa kali. "Ketemu?" tanya Raffa. "Ketemu, besok kita ke sana. Lo mending pulang dulu aja, Cil." Mengingat kejadian di mana Raffa berada di kantor Fatur tadi, cukup membuat Raffa enggan untuk pulang ke rumahnya. Cowok itu menggeleng, "Nanti aja." "Cil, lo ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN