"Silahkan diurus biaya administrasinya terlebih dahulu, Kak." Raffa memejamkan matanya kuat. Cowok itu duduk di kursi koridor rumah sakit. Meremas rambutnya sendiri. Kepalanya terasa sangat pening sekarang. "Cil, maaf ya. Gara-gara gue, duit lo buat Lily kepake." "Gak papa, Om." Raffa meraih ponselnya, cowok itu menatapnya sebentar. Ada banyak panggilan masuk dari Lily. Melihat itu, Raffa memilih mematikan ponselnya kembali. "Om, lo gak punya keluarga lain gitu? Biar nyokap lo ada yang jagain?" "Gue aja gak tau Mama tinggal di mana sekarang. Bimo, adik gue, gue sama sekali gak tau dia di mana, Cil. Gue meninggal udah bertahun-tahun, adik gue mungkin udah punya keluarga sendiri, sekarang." Raffa beranjak, cowok itu menepuk bahu Bima beberapa kali. "Gue ke kantor Papa dulu, ya?" "Nga

