"Billa! Gak usah sok jual mahal, deh. Lo nolak-nolak gue kayak gini, sama aja buang waktu tau, gak?" Raffa yang baru saja keluar dari dalam toilet, langsung mengerutkan alisnya kala mendengar suara lelaki. "Kak, aku gak mau—" "Kenapa? Lo milih putus sama gue karna lo udah gak suka sama gue kan? Kenapa gak bilang dari awal? Kenapa—" "Aku Sayang sama Kakak. Tapi gak gini caranya, Kak." Raffa dengan rasa pemasarannya yang tinggi, memilih berjalan mendekat agar pendengarannya lebih jelas. "Kalau lo sayang sama gue, harusnya lo percaya sama gue. Gue gak akan mungkin ninggalin lo setelah lo kasih itu ke gue. Apa salahnya, sih? Gue—" Plak! Satu tamparan mendarat tepat di pipi cowok itu. Raffa meringis melihatnya. "Kalau Kakak sayang sama aku, Kakak bakal jaga aku, bukan ngerusak." Billa

