Pagi hari, Raffa baru saja sampai di sekolahnya. Cowok itu duduk di kursi koridor sendirian, tangannya sibuk memainkan ponselnya. "Raffa, Lily mana?" Raffa mendongak, cowok itu menggelengkan kepalanya. "Gak tau, belum dilepas kali sama Om Rizki. Biasanya dia dikandangin di kandang ayam." "Raffa, gue serius!" "Bunda mau banget diseriusin sama Ayah?" Raffa menaik turunkan alisnya menatap gadis yang saat ini tengah berdiri di depannya. Billa. Gadis itu melotot, tangannya terulur memukul pundak Raffa, "Geli tau gak?!" "Nggak," jawab Raffa. Billa menghela napas kasar. Gadis itu mendudukan dirinya di samping Raffa. "Ada perlu apa sama Lily wahai calon sepupu ipar?" tanya Raffa pada Billa. Gadis itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Sepupu ipar katanya. Terserah Raffa saja, pikir Bill

